Pengelolaan Lahan Rumah Sakit Ketergantungan Obat Berupa Budidaya Lele dan Kangkung di Ember

 Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat disingkat Berhias adalah sebuah upaya sistematis untuk mewujudkan kantor hijau dan sehat di lingkungan Kementrian Kesehatan melalui pendekatan aspek kantor ramah lingkungan, efisiensi energi dan air, kesehatan dan keselamatan kerja, 5R dan pengelolaan kearsipan. Salah satu aspek dari Gerakan Berhias adalah pengelolaan lahan, dimana salah satu indikatornya, mengoptimalkan lahan untuk ditanami tanaman hijau. Budidaya Lele dan Kangkung di ember, merupakan upaya pengelolaan lahan yang terbatas untuk dimanfaatkan menanam tanaman sayuran yang bermanfaat, selain itu dapat ditumpangsarikan dengan ikan Lele.Sehingga tidak hanya mendapatkan manfaat udara segar dan sayuran sehat, juga menghasilkan sumber protein hewani yang melimpah. 

         Budidaya Lele dan Kangkung di ember merupakan bagian apa disebut Urban Farming saat ini menjadi tren bagi masyarakat perkotaan.Secara umum urban farming adalah kegiatan agribisnis yang dilakukan di wilayah kota besar.karateristik urban farming tentu dengan segala keterbatasan lahan,membuat pelaku urban farming harus berinovasi dan berkreasi.Urban Farming yang lazim di awal adalah teknologi Hidroponik, yaitu menanam sayuran dengan media air yang telah diberi nutrisi, sebagai pengganti media tanah.Pengembangan dari teknologi hidroponik berikutnya adalah aquaponik, yaitu pemanfaatan ikan sebagai pengganti nutrisi bagi sayuran. Metode aquaponik kemudian dikembangkan menjadi lebih simple dan praktis, mengingat pelaku urban farming kebanyakan pekerja kantoran yang memiliki waktu terbatas, maka berkembanglah inovasi budidaya lele dan kangkung di ember,sering disingkat diklamber.

        Budidaya lele dan kangkung di dalam ember atau disingkat diklamber adalah menggabungkan pembesaran lele dan kangkung di satu wadah berupa ember. Metode ini sangat sesuai untuk kegiatan urban farming,mengingat keterbatasan lahan di perkotaan.diklamber dapat nenghasilkan panen lele dan kangkung hanya bermodalkan lahan kurang dari 1 meter dengan sarana 1 ember ukuran 80 liter. Ikan lele dipilih karena jenis ikan yang mudah dipelihara,demikian juga tanaman kangkung.mudah dipelihara dan cepat masa panennya. Selain itu, ikan lele memenuhi persyaratan untuk kebutuhan nutrisi sayuran kangkung agar tumbuh dengan sempurna, yaitu, mengeluarkan feses ( kotoran ikan ) yang banyak dan termasuk ikan yang rakus melahap makanan/pellet yang diberikan. Rumah Sakit Ketergantungan Obat yang memiliki luas lahan yang terbatas ( sekitar 1,5 H ) tentu sangat memungkinkan dilakukan kegiatan diklamber, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan Rumah Sakit, juga sebagai kegiatan teraphy bagi pasien. 

         Sebelum memulai kegiatan diklamber,ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan. 1.Persiapan lokasi 

a) Carilah lokasi yang mendapat sinar matahari langsung Sinar matahari yang dimaksud, minimal menyinari langsung 5 jam sehari.Sinar matahari sangat penting untuk pertumbuhan tanaman kangkung.apabila tanaman kurang mendapat sinar matahari,pertumbuhannya akan terganggu.

 b) Aman dari gangguan predator Predator atau hewan pengganggu biasanya ayam atau kucing. Ayam biasanya sering merusak kangkung dan kucing akan tertarik bau amis dari lele,seringkali berujung memangsa lele

 c) Bebas dari paparan bahan kimia Bahan kimia yang membahayakan untuk ikan lele semacam deterjen sabun,minyak atau cairan lain. Hindari paparan bahan tersebut, karena apabila terkena di air dan terus menerus, dapat mengakibatkan kematian ikan lele

 2. Persiapan sarana 

a) Ember Gunakan ember ukuran 80 liter,bisa lebih besar atau sedikit kurang dari ukuran itu.tapi ukuran 80 liter,cukup ideal bagi pemula.

 b) Gelas plastik aqua/pop ice Bisa menggunakan gelas plastik bekas aqua atau pop ice,gelas ini untuk wadah menanam bibit kangkung

 c) Media tanam Media tanam adalah tempat bibit kangkung ditanam dan bertumbuh.media tanam yang digunakan bisa menggunakan rockwool,arang,kerikil atau tisu atau media tanam sejenis.Gunakan media tanam yang dapat berfungsi baik menahan akar,tahan air dan tidak mengotori air

3. Benih kangkung 

Benih kangkung berbentuk biji banyak tersedia di pasaran, untuk langkah awal, 1 bungkus benih kangkung seharga Rp 10.000 sudah cukup untuk memulai. Dapat juga menggunakan, tanaman kangkung yang biasa dibeli di tukang sayur, sisa sayuran kangkung yang telah disiangi sebelum dimasak, dapat juga digunakan sebagai pengganti benih kangkung.

4. Bibit lele 

Umur bibit lele yang ideal sekitar 3 minggu keatas.apabila kurang dari 3 minggu dikhawatirkan mudah terserang penyakit 

5. Sumber air bersih 

Sumber air bisa berasal dari air tanah,air PAM dan air hujan yang sudah diendapkan minimal seminggu. Walaupun lele termasuk jenis ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan air, gunakan air yang sesuai dengan kebutuhan hidup ikan. Diantaranya tidak terkena paparan limbah berbahaya untuk ikan (detergen, minyak dan bahan kimia lainnya), berwarna bening dan tidak terlalu asam atau basa .Secara umum, air yang kita bisa gunakan dengan baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari sudah cukup memenuhi standar minimum untuk ikan lele 

 5.Pellet ikan lele Pellet merupakan sumber makanan untuk lele, di toko ikan, kita bisa dapatkan jenis pellet sesuai perkembangan ikan lele.Semakin besar ikan lele, berarti ukuran peletnya semakin besar. Untuk lele yang masih berukuran kecil, pellet yang digunakan juga berukuran kecil, contohnya PF 1000. Sebenarnya setiap jenis pellet ikan cocok untuk ikan lele, karena lele termasuk kelompok ikan omnivore atau pemakan segala. Akan tetapi pellet ikan lele memiliki kelebihan tersendiri sesuai harga beli dan kebutuhan gizi ikan lele 

     Setelah semua sarana dan bahan sudah siap,maka budidaya lele dan kangkung bisa kita mulai.adapun tahapannya sebagai berikut 

 1.Lubangi ember diposisi atas,kira-kira 15 cm dari batas atas ember ke bawah.lubang itu berfungsi lubang pembuangan air hujan

 2.Lubangi bawah gelas plastik secukupnya 

3.Pasang gelas plastik melingkari ember.satu ember kira kira cukup 8-10 gelas plastik

 4.Isi gelas plastik dengan media tanam

 5.Isi ember dengan air bersih,sampai batas lubang pembuangan air hujan 

6.Isilah dengan bibit lele sebanyak 30-40 ekor 

7.Apabila selama 3 hari,bibit lele hidup sehat.benih kangkung siap ditebar di media tanam.satu gelas plastik dapat diisi 10 benih kangkung Gambar 2 . kangkung yang sudah berumur 7 hari Setelah tahapan itu telah kita lakukan,jangan lupa memberi makanan lele dengan pelet 2 kali sehari. Apabila tidak ada kendala,kangkung siap dipanen umur 16 hari dan ikan lele dipanen 3 bulan kemudian 

Melalui kegiatan budidaya lele dan kangkung di dalam ember,kita memiliki ketersediaan lauk dan sayuran yang kita hasilkan sendiri.Selain itu,kegiatan ini memberi manfaat bagi pasien di Rumah Sakit Ketergantungan Obat sebagai bagian dari kegiatan teraphy.Tentu saja bagi yang baru memulai,akan didapati banyak kendala.namun seiring waktu,kendala akan bisa diatasi dan pasti menghasilkan buah yang manis. 

 Referensi :

 Kepmenkes no HK.01.07/MENKES/153/2018 Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat di Lingkungan Kementrian Kesehatan Petunjuk Teknis Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat ( Berhias) di Lingkungan Kementrian Kesehatan.Kemenkes RI 2018 

Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia, Poltekes Malang, 2002

 Urban Farming Gaya Bertani Spesifik Kota, Sosial Agung Yogyakarta 2014 

 Urban Farming, Penerbit Penebar Swadaya, terbit tahun 2015 

Panduan Lengkap Budidaya Ikan dan Sayuram dengan Sistem Akuaponik.Cahyo Saparianto, Rini Susiana Kangkung Hidroponik, Penerbit Swadaya terbit tahun 2017 

 Lele Organik Hemat Pakan, Agromedia 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *