Laporan HKSN 2021

LAPORAN PELAKSANAAN PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL 2021 

Ahad, 19 Desember 2021 Gedung Pustekdata Lapan Kalisari

 Yayasan Sinergi Kesehatan Negeri 

 I. MUKADIMAH 

Alhamdulilah… berkat izin Allah SWT gelaran acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional telah selesai dilaksanakan. Beberapa kegiatan dilaksanakan yaitu : Gerakan donor darah, pelayanan Kesehatan gratis dan vaksinasi covid-19 dosis 1 dan 2. Animo masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut cukup besar,demikian juga antusias para pendukung acara dan relawan dalam mensukseskan acara tersebut. Semoga kegiatan ini menjadi Langkah kecil untuk memulai gagasan besar mensinergikan seluruh potensi anak bangsa untuk menjadikan Indonesia hebat pada masanya. 

Ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada 

1. Pembina, pengurus dan relawan Yayasan Sinergi Kesehatan Negeri

 2. Relawan Synergy Youth Center 

3. PMI Jakarta Timur 

4. Kapus Pustekdata BRIN Kalisari 

5. Camat Kecamatan Pasar Rebo beserta jajarannya 

6. Kapus Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 

 7. Ketua Karang Taruna Kecamatan Pasar Rebo beserta pengurus

 8. Ketua Karang Taruna sekelurahan Pasar Rebo beserta pengurus 

9. Tim Promosi RS. Ketergantungan Obat 

10. Free Food Car dan sekolah relawan 

11. Relawan Darah.id

 12. Karang Taruna sub unit RT 004/01 Pondok Ranggon 

13. Sanggar Belajar Permata Hati

 14. Mahasiswa Poltekes Kemenkes Jakarta 2 Prodi Elektromedik 

15. Putra putri Pendidikan DKI Jakarta tahun 2021 

16. Ambulance Yayasan Wihdatul Ummah 

17. Serta semua pihak yang telah berkontribusi mensukseskan acara HKSN 2021 

 II. WAKTU DAN TEMPAT 

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada : 

Hari/tanggal : Ahad, 19 Desember 2021 

Jam : 08.00 – 12.00 WIB 

Tempat : Gedung serba guna Pustekdata BRIN Kalisari III.

JENIS KEGIATAN 

Gerakan donor darah, peserta 53 orang 

Pelayanan Kesehatan, peserta 20 orang 

Vaksinasi, peserta 8 orang 

 Stand terdiri dari stand RSKO, Relawan darah.id dan free food car

 IV. SUMBER DANA 

Pendanaan kegiatan adalah murni swadaya masyarakat yang disampaikan melalui Yayasan Sinergi Kesehatan Negeri selaku penyelenggara

 V. PENYELENGGARA 

Acara ini diinisiasi oleh Yayasan Sinergi Kesehatan Negeri bekerjasama dengan Kecamatan dan Puskemas Pasar Rebo, serta di fasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. 

Adapun organisasi/lembaga yang mendukung acara ini terdiri :

 1. Palang Merah Indonesia

 2. Karang Taruna Kecamatan Pasar Rebo

 3. Relawan Darah.id 

4. Foodcarfree

 5. Karang Taruna Sub Unit RT 004/01 Pondok Ranggon

 6. Relawan synergy youth center 

 VI. RENSUME SINGKAT KEGIATAN 

Acara di buka dengan sambutan dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Pasar Rebo dan Kepala Pusat Pustekdata BRIN, dan dilanjutkan membuka dengan resmi oleh Bapak Camat Pasar Rebo Acara di lanjutkan dengan kegiatan donor darah, pelayanan kesehatan dan vaksinasi. Adapun untuk mengisi jeda kegiatan ada penampilan yang dipersembahkan oleh remaja karang taruna. Acara dimulai pada jam 08.30 WIB dan selesai jam 12.00 WIB Secara umum acara berlangsung meriah, terlihat dari antuasiasme masyarakat menghadiri kegiatan. Sayang, kemeriahan acara sedikit terganggu dengan insiden pecah layar monitor saat atraksi pencak silat.

 VII. MEDIA SOSIAL 

Untuk lebih lengkapnya melihat kemeriahan acara HKSN silahkan bisa dilihat di platform media social kami di kanal youtube Sinergi Kesehatan Negeri 

 VIII. PENUTUP 

 Demikianlah laporan kegiatan HKSN ini kami buat, sebagai bahan monitoring dan evaluasi,

 Jakarta, Desember 2021 

 Yayasan Sinergi Kesehatan Negeri 

 Budiman

 Ketua Umum

Berbagi Bersama Karang Tarunan Kelurahan Ceger

Ahad, 30 Oktober 2021, bertempat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung. Relawan Synergy Youth Center bekerjasama dengan Karang Taruna Kelurahan Ceger mengadakan kegiatan berbagi bahan makanan dan pakaian layak pakai di rak surga katar Ceger.

Rak surga adalah kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kelurahan Ceger, yang rutin mereka lakukan, dengan cara menaruh makanan/barang di rak. Kemudian warga mengambil makanan/barang yang digantung.

Kegiatan sangat baik untuk menumbuhkan semangat berbagi untuk sesama, khususnya lingkungan sekitar. Terpenting juga kegiatan ini merekatkan hubungan saling bersinergi antar organisasi kepemudaan

Permata Hati Pondok Ranggon Pendidikan Usia Dini Berbasis Kesehatan

Memasuki tahun ke 13, Permata Hati Pondok Ranggon telah meluluskan tidak kurang 200 anak dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkan baik semasa pendidikan usia dini maupun masuki jenjang pendidikan berikutnya.Sesuai moto kami Raih Masa Depan Gemilang, kami  mempersiapkan Ananda usia dini agar memiliki kompetensi yang berguna untuk mereka hari ini dan di masa mendatang.

Visi : Sebagai pusat pembentukan generasi masa depan indonesia

Misi : Mencetak anak berkarakter berbasis nilai keislaman

Values :

Mandiri  : Kemandirian adalah pijakan dasar, berani berusaha dengan menyandarkan pada kemampuan sendiri

Disiplin : sebagaimana Islam mendisiplinkan umat untuk sholat diawal waktu, begitulah kami menjadikan disiplin sebagai sarana mendidik

Prestasi : ukuran prestasi bukan saja saat ini, tapi juga di masa depan. Terpenting berusaha dan bersemangat untuk berprestasi sejak dini

  Keunggulan Permata Hati Pondok Ranggon :

1.    Kurikulum

Menggunakan Kurikulum benumbuhkembangkan potensi 8 kecerdasan berbasis nilai keislaman. Hal ini tercermin dari seluruh aktivitas belajar anak dengan membiasakan diri memulai dengan doa dan disiplin dengan aturan yang telah disepakati bersama.

Setiap  anak telah memiliki potensi kecerdasan  tersendiri yang perlu stimulasi sehingga menghasilkan prestasi yang sesuai dengan kecerdasan anak

2.     Orangtua sebagai mitra

Orangtua adalah mitra terpenting dan tak terpisahkan dari proses belajar. Oleh karena itu  orangtua bersama guru bekerjasama dalam menumbuhkembankan potensi keceradasan yang anak miliki

3.   Berwawasan Lingkungan

Di tengah isu pemanasan global, maka kami berusaha menjadi bagian dari solusi dengan menjadikan kepedulian lingkungan menjadi bagian yang terpisahkan dari proses belajar mengajar. 

Program

kami menekankan aspek kemandirian dan kedisiplinan sebagai pilar utama untuk berprestasi baik prestasi saat ini maupun di masa depan.

Setiap anak memiliki kecerdasan majemuk, maka setiap program kami secara aplikastif mengarahkan dan menumbuhkembangkan kecerdasan dengan berbasis nilai keislaman.

1.    Kecerdasan Bahasa

Belajar membaca, perpustakaan

2.    Kecerdasan Logika Matematika

Belajar berhitung, robotic-lego

3.    Kecerdasan visual pasial

Latihan khusus mewarnai dan menggambar

4.    Kecerdasan musical

Paduan suara, drumband

5.    Kecerdasan tubuh

Futsal

6.    Kecerdasan interpersonal

Bermain peran reporter

7.    Kecerdasan intrapersonal

Praktek sholat dhuha

8.    Kecerdasan alam

Kegiatan menanam, bank sampah

Pengelolaan Lahan Rumah Sakit Ketergantungan Obat Berupa Budidaya Lele dan Kangkung di Ember

 Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat disingkat Berhias adalah sebuah upaya sistematis untuk mewujudkan kantor hijau dan sehat di lingkungan Kementrian Kesehatan melalui pendekatan aspek kantor ramah lingkungan, efisiensi energi dan air, kesehatan dan keselamatan kerja, 5R dan pengelolaan kearsipan. Salah satu aspek dari Gerakan Berhias adalah pengelolaan lahan, dimana salah satu indikatornya, mengoptimalkan lahan untuk ditanami tanaman hijau. Budidaya Lele dan Kangkung di ember, merupakan upaya pengelolaan lahan yang terbatas untuk dimanfaatkan menanam tanaman sayuran yang bermanfaat, selain itu dapat ditumpangsarikan dengan ikan Lele.Sehingga tidak hanya mendapatkan manfaat udara segar dan sayuran sehat, juga menghasilkan sumber protein hewani yang melimpah. 

         Budidaya Lele dan Kangkung di ember merupakan bagian apa disebut Urban Farming saat ini menjadi tren bagi masyarakat perkotaan.Secara umum urban farming adalah kegiatan agribisnis yang dilakukan di wilayah kota besar.karateristik urban farming tentu dengan segala keterbatasan lahan,membuat pelaku urban farming harus berinovasi dan berkreasi.Urban Farming yang lazim di awal adalah teknologi Hidroponik, yaitu menanam sayuran dengan media air yang telah diberi nutrisi, sebagai pengganti media tanah.Pengembangan dari teknologi hidroponik berikutnya adalah aquaponik, yaitu pemanfaatan ikan sebagai pengganti nutrisi bagi sayuran. Metode aquaponik kemudian dikembangkan menjadi lebih simple dan praktis, mengingat pelaku urban farming kebanyakan pekerja kantoran yang memiliki waktu terbatas, maka berkembanglah inovasi budidaya lele dan kangkung di ember,sering disingkat diklamber.

        Budidaya lele dan kangkung di dalam ember atau disingkat diklamber adalah menggabungkan pembesaran lele dan kangkung di satu wadah berupa ember. Metode ini sangat sesuai untuk kegiatan urban farming,mengingat keterbatasan lahan di perkotaan.diklamber dapat nenghasilkan panen lele dan kangkung hanya bermodalkan lahan kurang dari 1 meter dengan sarana 1 ember ukuran 80 liter. Ikan lele dipilih karena jenis ikan yang mudah dipelihara,demikian juga tanaman kangkung.mudah dipelihara dan cepat masa panennya. Selain itu, ikan lele memenuhi persyaratan untuk kebutuhan nutrisi sayuran kangkung agar tumbuh dengan sempurna, yaitu, mengeluarkan feses ( kotoran ikan ) yang banyak dan termasuk ikan yang rakus melahap makanan/pellet yang diberikan. Rumah Sakit Ketergantungan Obat yang memiliki luas lahan yang terbatas ( sekitar 1,5 H ) tentu sangat memungkinkan dilakukan kegiatan diklamber, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan Rumah Sakit, juga sebagai kegiatan teraphy bagi pasien. 

         Sebelum memulai kegiatan diklamber,ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan. 1.Persiapan lokasi 

a) Carilah lokasi yang mendapat sinar matahari langsung Sinar matahari yang dimaksud, minimal menyinari langsung 5 jam sehari.Sinar matahari sangat penting untuk pertumbuhan tanaman kangkung.apabila tanaman kurang mendapat sinar matahari,pertumbuhannya akan terganggu.

 b) Aman dari gangguan predator Predator atau hewan pengganggu biasanya ayam atau kucing. Ayam biasanya sering merusak kangkung dan kucing akan tertarik bau amis dari lele,seringkali berujung memangsa lele

 c) Bebas dari paparan bahan kimia Bahan kimia yang membahayakan untuk ikan lele semacam deterjen sabun,minyak atau cairan lain. Hindari paparan bahan tersebut, karena apabila terkena di air dan terus menerus, dapat mengakibatkan kematian ikan lele

 2. Persiapan sarana 

a) Ember Gunakan ember ukuran 80 liter,bisa lebih besar atau sedikit kurang dari ukuran itu.tapi ukuran 80 liter,cukup ideal bagi pemula.

 b) Gelas plastik aqua/pop ice Bisa menggunakan gelas plastik bekas aqua atau pop ice,gelas ini untuk wadah menanam bibit kangkung

 c) Media tanam Media tanam adalah tempat bibit kangkung ditanam dan bertumbuh.media tanam yang digunakan bisa menggunakan rockwool,arang,kerikil atau tisu atau media tanam sejenis.Gunakan media tanam yang dapat berfungsi baik menahan akar,tahan air dan tidak mengotori air

3. Benih kangkung 

Benih kangkung berbentuk biji banyak tersedia di pasaran, untuk langkah awal, 1 bungkus benih kangkung seharga Rp 10.000 sudah cukup untuk memulai. Dapat juga menggunakan, tanaman kangkung yang biasa dibeli di tukang sayur, sisa sayuran kangkung yang telah disiangi sebelum dimasak, dapat juga digunakan sebagai pengganti benih kangkung.

4. Bibit lele 

Umur bibit lele yang ideal sekitar 3 minggu keatas.apabila kurang dari 3 minggu dikhawatirkan mudah terserang penyakit 

5. Sumber air bersih 

Sumber air bisa berasal dari air tanah,air PAM dan air hujan yang sudah diendapkan minimal seminggu. Walaupun lele termasuk jenis ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan air, gunakan air yang sesuai dengan kebutuhan hidup ikan. Diantaranya tidak terkena paparan limbah berbahaya untuk ikan (detergen, minyak dan bahan kimia lainnya), berwarna bening dan tidak terlalu asam atau basa .Secara umum, air yang kita bisa gunakan dengan baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari sudah cukup memenuhi standar minimum untuk ikan lele 

 5.Pellet ikan lele Pellet merupakan sumber makanan untuk lele, di toko ikan, kita bisa dapatkan jenis pellet sesuai perkembangan ikan lele.Semakin besar ikan lele, berarti ukuran peletnya semakin besar. Untuk lele yang masih berukuran kecil, pellet yang digunakan juga berukuran kecil, contohnya PF 1000. Sebenarnya setiap jenis pellet ikan cocok untuk ikan lele, karena lele termasuk kelompok ikan omnivore atau pemakan segala. Akan tetapi pellet ikan lele memiliki kelebihan tersendiri sesuai harga beli dan kebutuhan gizi ikan lele 

     Setelah semua sarana dan bahan sudah siap,maka budidaya lele dan kangkung bisa kita mulai.adapun tahapannya sebagai berikut 

 1.Lubangi ember diposisi atas,kira-kira 15 cm dari batas atas ember ke bawah.lubang itu berfungsi lubang pembuangan air hujan

 2.Lubangi bawah gelas plastik secukupnya 

3.Pasang gelas plastik melingkari ember.satu ember kira kira cukup 8-10 gelas plastik

 4.Isi gelas plastik dengan media tanam

 5.Isi ember dengan air bersih,sampai batas lubang pembuangan air hujan 

6.Isilah dengan bibit lele sebanyak 30-40 ekor 

7.Apabila selama 3 hari,bibit lele hidup sehat.benih kangkung siap ditebar di media tanam.satu gelas plastik dapat diisi 10 benih kangkung Gambar 2 . kangkung yang sudah berumur 7 hari Setelah tahapan itu telah kita lakukan,jangan lupa memberi makanan lele dengan pelet 2 kali sehari. Apabila tidak ada kendala,kangkung siap dipanen umur 16 hari dan ikan lele dipanen 3 bulan kemudian 

Melalui kegiatan budidaya lele dan kangkung di dalam ember,kita memiliki ketersediaan lauk dan sayuran yang kita hasilkan sendiri.Selain itu,kegiatan ini memberi manfaat bagi pasien di Rumah Sakit Ketergantungan Obat sebagai bagian dari kegiatan teraphy.Tentu saja bagi yang baru memulai,akan didapati banyak kendala.namun seiring waktu,kendala akan bisa diatasi dan pasti menghasilkan buah yang manis. 

 Referensi :

 Kepmenkes no HK.01.07/MENKES/153/2018 Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat di Lingkungan Kementrian Kesehatan Petunjuk Teknis Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat ( Berhias) di Lingkungan Kementrian Kesehatan.Kemenkes RI 2018 

Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia, Poltekes Malang, 2002

 Urban Farming Gaya Bertani Spesifik Kota, Sosial Agung Yogyakarta 2014 

 Urban Farming, Penerbit Penebar Swadaya, terbit tahun 2015 

Panduan Lengkap Budidaya Ikan dan Sayuram dengan Sistem Akuaponik.Cahyo Saparianto, Rini Susiana Kangkung Hidroponik, Penerbit Swadaya terbit tahun 2017 

 Lele Organik Hemat Pakan, Agromedia 2015

PENGANTAR URGENSI KALIBRASI PADA ALAT KESEHATAN

Rumah Sakit adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, tindakan medik yang dilaksanakan selama 24 jam melalui upaya kesehatan perorangan (Yanmed). Berdasarkan Harian Surat Kabar, Rumah Sakit merupakan tempat dimana orang-orang sakit berkumpul dalam suatu area terbatas dan mereka membawa berbagai sumber infeksi, beberapa diantara bahkan sangat serius. Sedangkan menurut Ensiklopedia, Rumah Sakit merupakan sebuah institusi perawatan kesehatan professional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Bidang kesehatan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa indonesia dan kesehatan adalah salah satu faktor penting yang menjadi perhatian banyak orang. Demikian juga dengan alat-alat kesehatan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini dapat dilihat dengan munculnya peralatan kesehatan yang semakin canggih serta bersifat praktis, efisien dan efektif yang memberikan dampak positip bagi dunia kesehatan. Penggunaan alat – alat kesehatan tentunya harus memenuhi indikator dasar berupa output yang standar sesuai nilai yang seharusnya. Apabila terjadinya penyimpangan diluar batas margin error tentunya berdampak kepada pelayanan kepada pasien tidak optimal, bahkan dapat membahayakan. Oleh karena itu, penjadwalan kalibrasi secara internal oleh teknisi maupun eksternal oleh pihak penyedia layanan kalibrasi menjadi keharusan. Untuk rumah sakit baik pemerintah dan swasta, alat kesehatan yang terkalibrasi adalah standar yang wajib dipenuhi saat pelaksanaan akreditasi. Untuk klinik swasta dan perorangan, kalibrasi alat kesehatan haruslah menjadi perhatian juga. mengingat alkes yang sudah terkalibrasi dapat dipertanggungjawabkan secara legal, sebagai syarat menegakkan diagnosa beberapa alat kesehatan yang umum digunakan dan wajib dikalibrasi diantaranya